Matius 5:6 "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan KEBENARAN, kerana mereka akan dipuaskan."

Simon Petrus – penerus Risalah al Masih as

Memetik sebahagian kisah Simon Petrus daripada Wikipedia Indonesia:

Dalam Injil Matius dan Markus diceritakan bahwa Petrus sedang mencari ikan di danau Genesaret ketika Yesus menghampiri mereka dan berkata, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19).

Dalam Injil Lukas diceritakan bahwa Yesus naik ke perahu Petrus untuk mengajar orang banyak di tepi danau Genesaret, kemudian ia menunjuk Petrus untuk menebarkan jalanya karena ia tahu bahwa Petrus semalaman tidak mendapatkan ikan. Petrus mematuhi petunjuk Yesus dan ia serta nelayan lainnya mendapat ikan dalam jumlah besar. Dengan mujizat tersebut Petrus menjadi percaya kepada Yesus bersama-sama dengan Yakobus dan Yohanes. Andreas tidak disebutkan dalam kisah ini.

Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa Andreas adalah salah satu murid Yohanes Pembaptis yang pergi untuk mengikut Yesus. Ia lalu memanggil saudaranya, Simon, dan menceritakan bahwa ia telah menemukan Mesias. Andreas lalu membawa Petrus kepada Yesus dan Yesus menamakan Simon “Kefas” (bahasa Aram) untuk ‘batu’, bahasa Yunani maskulin: “Petros”, feminim: “Petra”. Di kemudian hari nama Yunaninya banyak digunakan karena bahasa Yunani adalah bahasa universal pada waktu itu.

Yesus menamai Simon sebagai Petrus atau “batu karang” mengisyaratkan bahwa Yesus akan meletakkan landasan gerejanya di atas Petrus. (Matius 16:18).

Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa ketika Petrus menolak kakinya dicuci oleh Yesus yang mencuci kaki murid-muridnya (karena ia merasa tidak layak), Yesus menjawabnya “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Petrus lalu menjawab Yesus, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” (Yohanes 13:6-9)

Dalam Injil Matius diceritakan Petrus yang berjalan di atas air ketika ia melihat Yesus yang berjalan di atas air, namun karena ia takut, maka ia tengglam lalu ditolong oleh Yesus. (Matius 14:22-32). Injil Markus juga menceritakan Yesus yang berjalan di atas air namun tidak menceritakan Petrus yang berjalan di atas air.

Petrus yang pertama kali mengakui imannya akan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup (Matius 16:16Markus 8:29Lukas 9:20). Petrus juga hadir dan berbicara dalam kisah-kisah yang lebih banyak jumlahnya daripada rasul-rasul yang lain, misalnya dalam transfigurasi Yesus, Petrus menegor Yesus yang berkata bahwa Ia akan disalibkan, kisah Petrus dan pemungut bea Bait Allah, kisah Yesus berdoa di Taman Getsemani, kisah Yesus dan pohon ara, dan lain-lainnya.

Catatan peribadi daripada saya:

Ternyata peribadi ini bukanlah merupakan insan khayalan di dalam tradisi ajaran Kristian. Pada saat Isa al Masih as memilih beliau untuk menjadi sebahagian daripada pembantu-pembantunya membuktikan bahawa pemilihan ini tidak di dasari oleh pemilihan yang bersifat serkap jarang.

Terpilihnya Simon Petrus untuk bersama-sama Isa al Masih as sekaligus membawa pengertian bahawa beliau juga adalah pilihan Allah swt. Kerana kita meyakini seorang utusan Allah (Isa al Masih as), pastilah tidak akan bertindak secara melulu melainkan mendapat bimbingan langsung daripadaNya.

Kecekalan Simon Petrus bersama Isa al Masih as dan berpegang teguh dengan ajarannya sekalipun diancam dan diburu musuh2 agama Allah wajar dijadikan inspirasi dan pembakar semangat untuk kita kekal bersyariatkan ajaran Isa al masih as tanpa mencampur adukkan kebenaran dan kebathilan.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.